<body>
 Home |  About |  Ta'aruf |  Kutulis | Kubaca | Teknologi |
Index
Kutulis  >> View All
Meriahkan pesta ulang tahun bersama GarudaFood
Persyaratan Kontes SEO Ultahku.Com Garudafood
Penjelasan Lomba Seo ARTATEL, Solusi komunikasi hemat dan handal
Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet
Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia
Neblog untuk Stop Dreaming Start Action
Kubaca  >> View All
PERLU SIKAP YANG SAMA TERHADAP SEMUA TERORIS
Raed Shalah : Israel Sedang Membangun Sinagog di Bawah Al-Aqsha
Perlucutan Senjata Nuklir Amerika
Sebuah nasehat dari saudara
Pidato Presiden Iran di Majelis Umum PBB
Pernyataan Sikap Hidayatullah Atas Bom Jimbaran dan Kuta
Kejantanan Dawam Dibangkitkan Musdah Mulia
Kupelajari  >> View All
Instalasi GW-DS11C di Linux
Xterasys XN-2523G nok Linux
Instalasi Perangkat Wireless Lan ( PCMCIA Card ) di GNU/Linux
Tips searching (update 21-8-2005)
Implementasi DHCP (Dynamic Host Configuraton Protocol ) untuk LAN (Local Area Network)
SCRIBUS : PageMaker - nya GNU/Linux
Sistem Monitoring Traffik Paket Internet Menggunakan Script Bash Shell dan MySQL berbasis Simple Network Management Protocol
Anggota Dari



*/ ?>
 
 M  e  r  a  j  u  t    U  k  h  u  w  a h   M e n g g a p a p a i   R i d h l o   I l l a h i 

PERLU SIKAP YANG SAMA TERHADAP SEMUA TERORIS
25 Nopember 2005 (23:07 WIB)
Sumber : http://hizbut-tahrir.or.i


EDITORIAL 17 November 2005

'Segala bentuk pembunuhan terhadap rakyat sipil yang tidak bersalah adalah tindakan teroris yang harus dikecam baik dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau negara. Negara yang melakukan pembunuhan rakyat sipil seperti AS dan Inggris di Irak seharusnya juga dicap sebagai teroris dan menjadi musuh bersama kita'

Pemburuan terhadap apa yang disebut oleh pemerintah dan media sebagai teroris semakin gencar dilakukan. Razia mengejar teroris dilakukan di setiap kota. Mobil digeledah, penumpang kapal diperiksa, rumah-rumah yang dicurigai berhubungan dengan jejak teroris digrebek. Semuanya dilakukan atas nama perang melawan terorisme. Media masa pun, tidak ketinggalan, mengekspose isu terorisme ini terus menerus. Sejak bom Bali II, berita pemburuan terhadap teroris terus menjadi headline, disamping flu burung. Puncaknya saat terbunuhnya orang yang dijuluki media sebagai gembong nomor satu terorisme di Indonesia, Dr. Azhari.

Bagi kita adalah sangat jelas ada beberapa pedoman penting dalam isu terorisme ini. Pertama, Islam melarang pembunuhan tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh syara'. Karena itu Islam mengharamkan pembunuhan rakyat sipil yang tidak bersalah dan tidak terlibat langsung dalam perang.


Kedua, Islam melarang perusakan terhadap harta benda yang bukan miliknya, baik itu milik orang lain, ataupun milik negara.


Ketiga, perjuangan penegakan syariat Islam dan khilafah berdasarkan metode Rasulullah adalah lewat perjuangan politik dan pemikiran tanpa kekerasan (non violance), bukan dengan angkat senjata apalagi tindakan teror.


Keempat, adalah wajib (fardhu ain) hukumnya memerangi musuh-musuh yang secara langsung menduduki negeri muslim sebagai bentuk perjuangan pembebasan dari penjajahan sebagai mana yang terjadi di Irak, Afghanistan, dan Palestina, yang dijajah secara langsung oleh negara-negara kafir. Hal yang sama pernah dilakukan oleh para ulama kita baik dari NU maupun Muhammadiyah saat menyerukan jihad memerangi Belanda yang menduduki Indonesia.


Kelima, jihad (perang) merupakan salah satu cara yang akan ditempuh oleh Daulah Khilafah Islam kalau berdiri (dan saat ini belum berdiri) dalam rangka penyebaran dakwah Islam setelah sebelumnya melakukan seruan dakwah dan tawaran menjadi ahlul dzimmah (warga negara daulah Islam non muslim yang dilindungi oleh negara). Perang yang merupakan pilihan terakhir yang dilakukan oleh Daulah Khilafah ini pun ditujukan bukan membumihanguskan rakyat sipil, tapi untuk menghilangkan penghalang fisik terutama para penguasa yang dzolim yang menghalangi dakwah Islam masuk kenegeri tersebut.

Lima hal diatas merupakan prinsip penting Islam sebagai agama rahmat lil 'alamin. Yang justru kita pertanyakan adalah bagaimana sikap banyak pihak terutama penguasa negeri-negeri Islam saat ini dalam perang melawan terorisme ini. Ada beberapa keganjilan-keganjilan yang perlu kita pertanyakan sekaligus perlu kita luruskan. Keganjilan ini sekaligus menunjukkan standar ganda dan bias kita dalam apa yang dikampanyekan sebagai perang melawan terorisme.


Pertama, kita sering mengatakan seseorang baru boleh dihukum setelah dituduh bersalah oleh proses pengadilan yang sah dan objek. Pertanyaan, bagaimana yang dilakukan oleh AS dan negara-negara lain didunia yang menghukum orang yang tidak bersalah tanpa proses pradilan hanya dengan alasan mereka adalah teroris. Hal inilah yang terjadi dipenjara-penjara AS dan sekutunya diseluruh dunia seperti di Guantanamo, Afghanistan, dan penjara-penjara rahasia CIA lainnya.Mereka dihukum, dipenjara, bahkan disiksa tanpa proses peradilan. Pertanyaan yang sama bisa kita ajukan kepada media yang sering menyebut seseorang atau kelompok sebagai teroris, padahal belum ada proses peradilan yang objektif yang membuktikan hal tersebut. Atau masih terdapat banyak kemungkinan pelaku yang melakukan tindakan tersebut, baik langsung atau tidak langsung. Adilkah kita mencap seseorang atau kelompok sebagai teroris tanpa ada proses pembuktian yang sah lewat proses peradilan ? Sementara kita tahu bahwa perang melawan teroris ini adalah perang yang penuh konspirasi ?

Kedua, kalau para pelaku teroris seperti Azhari itu dicap sebagai teroris karena dianggap telah membunuh lebih 200 nyawa di Bali dan puluhan nyawa dalam aksi yang lain, bagaimana dengan AS , Inggris dan sekutunya yang telah membunuh ribuan nyawa di Irak dan Afghanistan ? Menurut Iraqi Body Count sudah sekitar 25.000 yang terbunuh dalam perang Irak. Dan ini terus berlangsung hingga saat ini. Padahal perang ini dilakukan dengan alasan kebohongan adanya senjata pemusnah masal. Termasuk bagaimana dengan Israel yang terus menerus membunuhi kaum muslim di Palestina. Kenapa mereka tidak disebut teroris. Seharusnya Amerika Serikat dan sekutunya juga harus dicap teroris karena mereka telah membunuh rakyat sipil .

Ketiga, kalau segala sesuatu yang dianggap berhubungan dengan al Qaida, Jama'ah Islamiyah, Dr Azhari, diburu dan dicurigai sebagai pelaku terorisme. Kenapa banyak penguasa terutama di negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, tidak melakukan hal yang sama terhadap negara-negara Imperialis yang pada dasarnya juga teroris karena membunuh rakyat sipil ? Kenapa operasi inteligen tidak ditujukan terhadap agen-agen imperialis Barat, termasuk menyelidiki aktivitas inteligen di kedutaan besar Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya ? Bukankah sudah banyak bukti agen-agen negara ini imperialis bermain dalam berbagai konflik di dunia seperti Kuba, Nikaragua, Vietnam, dan kawasan Timur Tengah lainnya. Hal yang sama terjadi di Indonesia. Bukankah merupakan bukti yang jelas lewat dokumen resmi yang dibuka oleh AS sendiri tentang keterlibatan CIA dalam tragedi pemberontakan PKI tahun 1965. Terakhir, Australia sendiri mengungkap keterlibatan mereka dalam konflik di Timor Timur saat dilakukan referandum disana.

Keempat, kita sering mengatakan segala persoalan harus diselesaikan dari akar penyebabnya, karena dengan cara itulah persoalan akan selesai dengan tuntas. Namun dalam kasus penggunaan kekerasan ini, banyak yang tidak jujur untuk mengakui akar penyebab semua bentuk kekerasaan ini adalah tindakan negara-negara Imperialis Barat seperti AS, Inggris dan sekutunya yang menindas umat Islam di berbagai belahan dunia. Pembunuhan sistematis yang dilakukan Negara-negara Barat di Irak, Afghanistan, dan dukungan mereka terhadap negara penjajah Israel di Palestinalah yang menumbuhsuburkan penggunaan kekerasan ini. Dari berbagai alasan yang dinyatakan oleh para pelaku tindakan kekerasan ini, sangat jelas, penjajahan AS dan sekutulah yang mendorong mereka untuk melakukan jihad. Meskipun harus kita akui, dalam praktik jihadnya ini ada yang tepat ada pula yang keliru. Jihad yang dilakukan di Irak, Afghanistan, Palestina adalah legal, sebab penjajah telah secara langsung membunuh rakyat sipil dengan berbagai alasan. Sementara berbagai pemboman di Indonesia yang mengorbankan rakyat sipil yang tidak bersalah adalah praktek jihad yang tidak tepat. Namun, seharusnya kita jujur faktor utama yang mendorong tindakan jihad ini adalah justru penjajahan yang dilakukan negara-negara Barat. Inilah akar penyebabnya yang harus diselesaikan, yakni dengan mundurnya negara-negara penjajah tersebut dari negeri-negeri Islam dan menghentikan penjajahan dalam segala bentuknya terhadap negeri-negeri Islam.

Intinya, perlu sikap yang sama dalam memerangi terorisme. Siapapun yang membunuh rakyat sipil harus dicap teroris. Siapapun teroris harus diperlakukan sama. Dan siapapun tidak bisa dituduh bersalah tanpa proses pembuktian pengadilan yang objektif. Kalau ini tidak dilakukan, adalah wajar kalau umat Islam merasakan, bahwa merekalah yang jadi target dalam perang melawan terorisme ini. Bagaimana umat Islam tidak merasa sakit hati, kalau yang dijadikan target pemburuan teroris hanya orang-orang yang bercitra Islam saja. Lihat saja di berbagai media yang dicurigai teroris pastilah Ahmad bukan Goerge, yang berjenggot, yang celananya diatas mata kaki (isbal), yang memiliki tanda dahi hitam, membawa al Qur'an dan buku-buku Islam.

Padahal yang paling banyak menjadi korban dalam perang terorisme ini adalah umat Islam sendiri. Dan yang paling diuntungkan dengan isu terorisme ini adalah negara Barat. Dengan alasan memerangi terorisme, mereka bisa melakukan apa saja, mengintervensi negara lain, menangkap orang tanpa bukti, menahan tanpa pengacara yang membela. Sementara terhadap teroris sebenarnya yakni Amerika Serikat dan sekutunya, kita diam seribu bahasa, bahkan berkerjasama dengan mereka. Kalau rakyat Amerika Serikat sendiri semakin tidak percaya terhadap alasan pemerintahnya menyerang Irak, pengusaha negeri-negeri Islam justru bekerjasama dengan pemerintah Bush dan sekutunya. Penguasa inipun dengan senang hati mengikuti apa saja intruksi dan program yang diagendakan oleh negara-negara Imperialis ini. Tanyalah hati nurani kita. (Farid Wadjdi/ 17/11/2005)




Halaman ini 1016 kali diklik


 
MENDUKUNG
Mudah-mudahan harapan kami tercapai.
Mutiara Hikmah
"Orang yang berpegangan kepada sunahku pada saat umatku dilanda kerusakan maka pahalanya seperti seorang syahid (HR. Athabrani)"
Cuap-cuap
Maaf jika blog ini memang lama nggak di update !!!
.
Link
Sementara kosong dulu.
Blog Anda
Mimpi Juara
Daftar Kontes SEO
Belajar Membuat Web Pemula
Belajar SEO Pemula
Mengembalikan Jati Diri Bangsa Host22
Nulis
Arisnb
Tukang Nggame
Nulis on The Net
lowongan kerja 2017 lowongan kerja BUMN kerajinan tembaga postingku arisnbw kerajinan kuningan kerajinan tembaga kuningan kerajinan tembaga Toko Buku Muslim Buku Cerita Binatang kerajinan tembaga kerajinan tembaga Sewa Mobil Makassar kerajinan tembaga kerajinan tembaga kuningan pusat kerajinan tembaga kuningan Brass Handicrafts Copper Handicraft kerajinan kuningan Tips Memilih Jasa Logistics Terpercaya Di Indonesia Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum Seri Teladan Rasulullah SAW

 

 

Copyright © Aris - Surabaya, January 2005
Rekanku, Weblog ini Cipto Junaedy dan kerajinan tembaga baik , coba saja silakan nilai . Dan juga website punya orang yang gw ketahui kerajinan tembaga kerajinan tembaga | kerajinan tembaga yang cocok untuk dibaca tsb.
kerajinan tembaga| Buku Cerita Binatang
Buku Anak Islam