<body>
 Home |  About |  Ta'aruf |  Kutulis | Kubaca | Teknologi |
Index
Kutulis  >> View All
Meriahkan pesta ulang tahun bersama GarudaFood
Persyaratan Kontes SEO Ultahku.Com Garudafood
Penjelasan Lomba Seo ARTATEL, Solusi komunikasi hemat dan handal
Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet
Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia
Neblog untuk Stop Dreaming Start Action
Kubaca  >> View All
PERLU SIKAP YANG SAMA TERHADAP SEMUA TERORIS
Raed Shalah : Israel Sedang Membangun Sinagog di Bawah Al-Aqsha
Perlucutan Senjata Nuklir Amerika
Sebuah nasehat dari saudara
Pidato Presiden Iran di Majelis Umum PBB
Pernyataan Sikap Hidayatullah Atas Bom Jimbaran dan Kuta
Kejantanan Dawam Dibangkitkan Musdah Mulia
Kupelajari  >> View All
Instalasi GW-DS11C di Linux
Xterasys XN-2523G nok Linux
Instalasi Perangkat Wireless Lan ( PCMCIA Card ) di GNU/Linux
Tips searching (update 21-8-2005)
Implementasi DHCP (Dynamic Host Configuraton Protocol ) untuk LAN (Local Area Network)
SCRIBUS : PageMaker - nya GNU/Linux
Sistem Monitoring Traffik Paket Internet Menggunakan Script Bash Shell dan MySQL berbasis Simple Network Management Protocol
Anggota Dari



*/ ?>
 
 M  e  r  a  j  u  t    U  k  h  u  w  a h   M e n g g a p a p a i   R i d h l o   I l l a h i 

Pidato Presiden Iran di Majelis Umum PBB
3 Oktober 2005 (23:58 WIB)
www.irib.ir


Beberapa waktu yang lalu, Presiden Republik Islam Iran, Doktor Mahmoud Ahmadinejad, hadir dalam forum Majelis Umum PBB. Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad sempat menyampaikan pidatonya pada dua kesempatan. Pada kesempatan pertama, pembicaraan Doktor Ahmadinejad lebih ditujukan pada masalah dunia secara umum dan menekankan perlunya dilakukan reformasi dalam tubuh PBB. Dalam kesempatan kedua, yaitu pada tanggal 17 September, Ahmadinejad secara khusus membahas proyek nuklir damai Iran.

Kunjungan dan pidato Ahmadinejad ke markas PBB di New York itu ternyata mendapatkan liputan besar-besaran dari kalangan pers internasional. Sedikitnya, ada dua hal yang membuat peristiwa ini mendapatkan liputan besar-besaran. Pertama, ini adalah perjalanan ke luar negeri pertama yang dilakukan Ahmadinejad semenjak ia secara resmi terpilih sebagai presiden Iran. Dijadikannya Markas Besar PBB di New York sebagai tempat kunjungan pertama oleh Ahmadinejad membuat kalangan pers asing segera menangkap kesan bahwa bagi Ahmadinejad, PBB adalah prioritas utama kunjungan diplomatiknya.

Yang membuat kunjungan itu lebih menarik adalah fakta bahwa semenjak Ahmadinejad diumumkan sebagai pengumpul suara terbanyak pada pemilu kepresidenan lalu, ia tidak pernah berhenti menjadi sasaran propaganda hitam media-media Barat. Sosoknya yang sederhana dan kesetiaannya kepada revolusi memang sangat tidak disukai Barat. Untuk itulah, ia dicitrakan oleh Barat sebagai seorang militan dan teroris yang keras sekaligus tidak punya otak. Media-media AS bahkan tidak pernah berhenti menuduh Ahmadinejad sebagai orang yang terlibat secara langsung dalam kasus penyanderaan para diplomat AS di Teheran awal-awal revolusi dulu.

Karena itulah, kedatangan Ahmadinejad itu mendapatkan liputan besar-besaran dari media-media dunia. Mereka ingin tahu dari dekat dan secara langsung sosok orang yang sangat dibenci Barat itu. Tidak heran jika permintaan untuk melakukan wawancara, datang dari puluhan media terkemuka dunia. Para pemimpin negara dunia juga sangat antusias untuk melakukan pertemuan dengan Ahmadinejad.

Faktor berikutnya yang membuat Ahmadinejad menjadi pusat perhatian di New York adalah janji yang disampaikannya untuk mengemukakan usulan-usulan baru kepada dunia terkait program nuklir Iran. Janji ini tentu saja sangat menarik perhatian berbagai kalangan. Adanya serangan diplomatik, ancaman militer, serta buntunya proses perundingan antara Iran dan Eropa, membuat masalah nuklir Iran ini menjadi sangat sensitif. Ditambah lagi dengan sidang Dewan Gubernur IAEA yang diselenggarakan segera setelah sidang Majelis Umum PBB. Maka, adanya usulan-usulan terbaru dari seorang presiden baru Iran tentu saja sangat ditunggu-tunggu oleh kalangan dunia. Mereka ingin tahu, bagaimana Iran bisa keluar dari krisis yang ditimpakan kekuatan Barat kepada negara ini.

Ternyata, isi pidato Ahmadinejad saat menyampaikan usulan-usulan terbarunya di bidang nuklir itu cukup mengejutkan dunia. Meskipun sebagian isi pidatonya adalah hal-hal yang sudah sangat sering disampaikan oleh para pejabat Iran terdahulu, akan tetapi pendekatan yang dikemukakan oleh Ahmadinejad terasa baru dan sangat segar. Ahmadinejad mengemas usulan terbarunya itu dengan terlebih dahulu mengajak warga dunia untuk memegang teguh prinsip penyebaran kasih sayang dan penciptaan keadilan, serta perhatian warga dunia kepada spiritualitas dan penghilangan segala macam diskriminasi.

Menurutnya, penyebab utama dan akar permasalahan yang melilit umat manusia dewasa ini adalah jauhnya ummat manusia dari prinsip-prinsip keadilan dan spiritualitas. Karena itu, muncullah sifat-sifat tamak pada negara-negara adidaya, politik unilateralisme AS, serta monopoli terhadap proses kemajuan dan pembangunan di dunia. Salah satu contoh konkrit dari masalah ini adalah politik berstandar ganda yang ditunjukkan oleh AS dalam masalah pemberantasan terorisme, penegakan demokrasi, dan pembelaan HAM. Terkait dengan sistem yang berlaku di PBB, Ahmadinejad juga menyampaikan kritikannya. Sistem pemberian hak veto pada segelintir negara adidaya, misalnya, diyakini Ahmadinejad sebagai prinsip yang sangat tidak adil.

Dengan pidatonya itu, Ahmadinejad membentangkan sebuah fakta tersembunyi bahwa betapa Barat yang selama ini banyak mengangkat isu perdamaian, keadilan, dan HAM, justru adalah pihak yang menjadi penyebab utama terhambatnya perwujudan semua prinsip-prinsip mulia itu.

Hal-hal ini mengingatkan kita kepada seruan dialog antar peradaban yang disampaikan oleh Khatami dalam kesempatan pertamanya berbicara di depan sidang Majelis Umum PBB tahun 1998 lalu. Pada saat itu, Barat yang mengklaim sebagai diri sebagai contoh dari peradaban tinggi ternyata malah menyodorkan tesis perbenturan antara-peradaban.

Khusus terkait proyek nuklir damai Iran, Doktor Ahmadinejad menekankan pentingnya penguasaan teknologi nuklir bertujuan damai bagi semua negara di dunia. Sebagaimana diketahui, energi fosil cepat atau lambat pasti akan punah, sehingga bila proses habisnya sumber energi fosil dibiarkan begitu saja tanpa disiapkan sumber energi alternatif, di masa depan, negara-negara yang tidak punya kemampuan dan persiapan, harus tergantung sepenuhnya kepada suplai energi dari luar negeri.

Dalam rangka mengantisipasi habisnya energi fosil itulah, Republik Islam Iran sejak sekarang telah berupaya untuk menguasai teknologi nuklir sebagai sumber energi yang aman, ekonomis, dan efisien. Namun usaha Iran ini dihalang-halangi oleh negara-negara adidaya dunia, terutama AS, dengan dalih kekhawatiran mereka bahwa Iran akan mengembangkan teknologi nuklir. Padahal, sebagaimana telah berkali-kali ditegaskan oleh pemerintah Iran, Islam yang menjadi hukum dasar negara ini, sama sekali tidak memperbolehkan penggunakan senjata pembunuh massal dan oleh karena itu Iran tidak akan pernah membuat senjata nuklir.

Meskipun Iran telah bekerjasama dengan Badan Energi Tenaga Atom (IAEA), dan bersedia menandatangani perjanjian NPT berikut protokol tambahannya, AS dan tiga negara Eropa yang menjadi sekutu-sekutunya tidak henti-hentinya menuduh Iran sedang membuat senjata nuklir. Meskipun laporan IAEA secara tegas menepis tuduhan itu, AS dan tiga negara Eropa tetap berusaha melakukan lobi-lobi agar dokumen Iran diserahkan ke Dewan Keamanan PBB.

Pada bagian lain pidatonya, Ahmadinejad juga meminta IAEA sebagai lembaga pengawas tertinggi di dunia untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan seluruh negara anggota IAEA terhadap isi traktat non-proliferasi nuklir NPT. Jika hal ini bisa dilaksanakan, kinerja AS dan negara-negara Barat lainnya tentu saja akan terevaluasi dan akan diketahui bahwa mereka yang selama ini sibuk menuduh Iran sebagai pelanggar traktat NPT, justru adalah pihak yang terbukti paling sering melakukan pelanggaran itu. Karena itu, sangatlah wajar jika pidato Ahmadinejad itu di satu sisi mendapatkan sambutan meluas dari kalangan dunia ketiga, akan tetapi, di sisi lain malah membuat negara-negara arogan dunia menjadi marah dan tersinggung.


Halaman ini 1432 kali diklik


 
MENDUKUNG
Mudah-mudahan harapan kami tercapai.
Mutiara Hikmah
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhmahfuz).
Cuap-cuap
Maaf jika blog ini memang lama nggak di update !!!
.
Link
Sementara kosong dulu.
Blog Anda
Mimpi Juara
Daftar Kontes SEO
Belajar Membuat Web Pemula
Belajar SEO Pemula
Mengembalikan Jati Diri Bangsa Host22
Nulis
Arisnb
Tukang Nggame
Nulis on The Net
lowongan kerja 2017 lowongan kerja BUMN kerajinan tembaga postingku arisnbw kerajinan kuningan kerajinan tembaga kuningan kerajinan tembaga Toko Buku Muslim Buku Cerita Binatang kerajinan tembaga kerajinan tembaga Sewa Mobil Makassar kerajinan tembaga kerajinan tembaga kuningan pusat kerajinan tembaga kuningan Brass Handicrafts Copper Handicraft kerajinan kuningan Tips Memilih Jasa Logistics Terpercaya Di Indonesia Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum Seri Teladan Rasulullah SAW

 

 

Copyright © Aris - Surabaya, January 2005
Rekanku, Weblog ini Cipto Junaedy dan kerajinan tembaga baik , coba saja silakan nilai . Dan juga website punya orang yang gw ketahui kerajinan tembaga kerajinan tembaga | kerajinan tembaga yang cocok untuk dibaca tsb.
kerajinan tembaga| Buku Cerita Binatang
Buku Anak Islam